Pos Marinir di Nduga Papua Diserang KKB Pakai Senjata Pelontar Granat, Danpos Letda M Iqbal Gugur

Kelompok Separatis Teroris (KST) atau kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang Pos Quary Bawah, Satgas Mupe Yon Marinir III, di Distrik Kenyam, Nduga, Papua. KST Papua menyerang prajurit TNI yang sedang melaksanakan siaga senjata. Peristiwa terjadi, Sabtu (26/3/2022) pukul 17.40 WIT.

Akibat serangan KST tersebut, 10 personel Pos Quary Bawah menjadi korban. Dari 10 prajurit yang menjadi korban kebiadaban KST tersebut, satu di antaranya meninggal dunia atas nama Letda Mar M Iqbal. Anggota marinir yang gugur tersebut diketahui merupakan komandan pos.

Kemudian dua personel lainnya dalam keadaan kritis atas nama Serda Mar Bayu Pratama dan Serda Mar Rendi Febriansyah akibat granat. Lalu, 7 personel lainnya yang mengalami luka tembak kini dalam kondisi stabil. Diketahui Pos Quary Bawah Satgas Mupe Yon Mar III memiliki kekuatan 35 personel.

Pos tersebut berjarak 1 kilometer dari Polres Nduga dan 2 kilometer dari Koramil Kenyam. Berdasarkan informasi, pelaku penembakan terhadap personel Pos Quary Bawah Satgas Mupe Yon Mar III adalah KST kelompok Army Kogoya. Pada saat kejadian, KST menyerang dari dua arah, yaitu dari arah belakang Pasar dan dari arah sungai Alguru.

Dalam penyerangan tersebut, KST menggunakan senjata pelontar granat GLM yang diambil dari Satgas Yonif 700. Sedangkan amunisi GLM adalah rampasan dari Satgas Yonif 330. Hingga kini pihak TNI masih mendalami motif penyerangan yang dilakukan KST.

Seluruh jajaran Korem dan Kolakopsrem 172/PWY pun diimbau agar selalu waspada dan jangan terlena dengan situasi aman. Dilansir dari kompas.com, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan menduga, kelompok yang melakukan penyerangan tersebut dipimpin Egianus Kogoya. Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyerangan tersebut.

"Belum dipastikan apa yang menyebabkan mereka diserang KKB yang diduga dipimpin Egianus Kogoya dan itu akan diselidiki," ujar Izak, Sabtu. Hal senada dikatakan Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri yang menyebut kelompok yang melakukan penyerangan itu diduga Egianus Kogoya. Sebab, Egianus memiliki persentajaan lengkap.

"Kelompok Egianus merupakan KKB yang memiliki persenjataan paling banyak, salah satunya adalah GLM hasil rampasan," kata Mathius. Mathius mengatakan, kontak senjata sempat terjadi selama tiga kali, yaitu pada pukul 17.50 WIT, 18.45 WIT, dan 19.45 WIT. Akibat kontak senjata itu, sambungnya, satu prajurit TNI gugur dan dua kritis.

"Satu anggota Marinir gugur dan dua lainnya kritis akibat granat yang dilontarkan KKB," ujarnya. Saat ini, kata Mathius, seluruh aparat keamanan di Kenyam dalam kondisi siaga karena diduga beberapa anggota KKB masih berada di sekitar bandara. "Sebagian besar KKB sudah lari tapi masih ada beberapa yang masih ada di sekitar ujung bandara," ungkapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.