Soal Penyelesaian Kericuhan di Babarsari, BIN Jogja Dilibatkan, Ini yang Diminta

Badan Intelijen Negara (BIN) DI Yogyakarta dilibatkan dalam penyelesaian kericuhan di wilayah Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman. Kepala BIN DI Yogyakarta Brigjen Pol Andry Wibowo mengungkapkan pihaknya telah bertemu dengan sejumlah tokoh untuk penyelesaian kericuhan yang melibatkan sejumlah kelompok massa ini. Selain itu, Andry juga meminta agar pemerintah melakukan mitigasi kesehatan terhadap korban yang tengah dirawat di rumah sakit.

Ia menginginkan agar biaya perawatan korban kericuhan ditanggung seluruhnya oleh pemerintah. "Apa itu mitigasi kesehatan yaitu korban harus mendapat perawatan dan semua biaya ditanggung pemerintah," tuturnya dikutip dari . Permintaan Andry pun disanggupi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.

Kemudian, Andry juga meminta agar pihak yang terlibat dalam kericuhan untuk menurunkan intensitas konflik. Hal ini pun, kata Andry, telah dipenuhi oleh tokoh dari kelompok yang berkonflik dengan cara menasihati massa. "Di sini pendekatan sosial menjadi penting, dekati kelompok yang bertikai, diajak ngobrol, sambil berproses hingga semua bisa hidup rukun," katanya.

Selanjutnya, Andry meminta agar pelaku kekerasan ditindak dengan hukum yang berlaku. "Jadi tokoh tokoh ini punya tugas masing masing, menjaga masing masing pihak, ikut melakukan upaya proses penegakan hukum, dan pencegahan pertikaian lanjutan," tegasnya. Andry juga mengimbau kepada tokoh dari kelompok yang bertikai agar menghidupkan wadah masyarakat perantauan.

Hal ini, katanya, agar masalah yang menyangkut anggota kelompok tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Permintaan selanjutnya dari Andry ditujukan kepada pemerintah daerah agar mendalami kasus kericuhan di Babarsari ini sehingga dapat membuat aturan terkait sanksi sosial. "Di sepakbola itu, kalau melanggar aturan dalam stadion, tidak boleh ada penonton, tidak boleh masuk stadion."

"Nah pemerintah juga harus bikin aturan untuk menjaga kerukunan masyarakat, ada sanksi sosial juga, biar ikut menjaga," ujar Andry. Hal ini, ujar Andry, demi memelihara toleransi dan nilai sejarah Yogyakarta. "Yogya harus jadi daerah toleran, ini kota sejarah lahirnya bangsa dan nilai historis Yogyakarta harus dijaga, menjaga kemerdekaan, kita semua harus ambil bagian," tegasnya.

Usai kericuhan yang terjadi, Pemkab Sleman beserta tim gabungan yang terdiri TNI, Koramil, Polres, Satpol PP Sleman, Linmas Caturtunggal, dan warga kerjabakti membersihkan puing puing bekas kerusakan pada Selasa (5/7/2022). Dikutip dari , mereka membersihkan bangunan yang terbuat dari seng yang digunakan sebagai tempat penyimpanan barang. Lalu, puing puing seperti serpihan kaca dan bebatuan dibersihkan dan dikumpulkan untuk kemudian diangkut.

Namun saat proses pembersihan tersebut justru ditemukan minuman keras (miras) dalam warung kontainer yang dimasukan dalam 9 jerigen. Adapun masing masing jerigen berisi 25 liter miras. Penemuan ini dibenarkan oleh Kapolsek Depok Barat AKP Mega Tetuko.

"Ya di depan ruko ada ditemukan sembilan jerigen. Masing masing 25 liter," jelasnya. Setelah ditemukan, jerigen berisi miras itu langsung dimusnahkan. "Tadi sudah kami amankan dan kita eksekusi supaya tidak digunakan atau dimanfaatkan oleh pihak pihak yang lainnya," kata Mega.

Hanya saja, Mega menyebut belum mengetahui pemilik dari jerigen miras itu sehingga pihaknya akan melakukan penyelidikan. "Saat ini masih kami lirik. Yang jelas kami temukan di seputaran ruko tempat kejadian kemarin siang," katanya. Kabidhumas Polda DI Yogyakarta Kombes Pol Yuliyanto memastikan situasi di wilayah Babarsari dan sekitarnya telah kondusif.

Hal ini disampaikannya pada Senin (4/7/2022). "Seturan Babarsari kondusif. Itu yang perlu disampaikan ke masyarakat, bahwa situasinya kini kondusif," katanya dikutip dari . Yuliyanto juga menyatakan kericuhan yang terjadi telah dapat dikendalikan pihaknya sekitar pukul 13.00 WIB Senin kemarin.

Sehingga aktivitas masyarakat telah dapat dilakukan secara normal. Hanya saja, di sisi lain, Yuliyanto mengatakan pihaknya masih melakukan pengawasan di sekitar daerah Babarsari. "Kalaupun tidak terlihat anggota berseragam, anggota anggota kami yang tidak berseragam tetap memantau daerah Babarsari," jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.